Hay-hay… udah lama banget nih gak ngeblog. Semoga gak dicap jadi blogger durhaka, hahaha. By the way, kali ini saya mau cerita-cerita dikit tentang sesuatu yang saya suka dan mungkin, inilah passion saya. Let’s check it out! 😉

Yes, mengajar. Satu kata yang tidak pernah sama sekali saya kira akan menjadi sesuatu yang saya suka. Apalagi buat orang yang pemalu seperti saya, berbicara di depan kelas lalu diperhatikan banyak orang itu rasanyaaaaaa. Deg-deg-an? Pasti. Enggak PD? Sering! Tapi dari situlah saya belajar :).

BKB NURUL FIKRI DEPOK

Bermula dari bergabungnya saya di salah satu bimbingan belajar di kota Depok ini, awal 2010 lalu saya ditawari senior untuk mengajar di sana karena memang katanya sedang butuh banget pengajar eksak, tapi waktu itu saya masih belum PD. Lagi pula saya juga sudah lupa pelajaran-pelajaran sekolah. Tapi mungkin karena memang sudah jodoh kali ya, mau sebagaimananya pun kita menghindar, tetap saja dia menghampiri hahaha. Senior saya pun menawari saya lagi untuk melamar di sana dan saat itu juga enggak tahu kenapa saya jadi yakin untuk mencoba. Akhirnya bergabunglah saya di NF Depok.

Awal kali pertama saya ngajar, sumpah rasanya mau berhenti ajjaaaa hahahha. Belum-belum saya udah megang kelas SMA, IPA lagi :|. Terus saya milihnya matematika pula, ya udahlah snewen pas tiba-tiba macet otaknya gegara lupa materinya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai bisa menikmati ritmenya. Bagaimana cara menyampaikan materi di depan kelas dengan baik, bagaimana cara menjaga sikap saat mengajar, dan bagaimana cara memahami lubuk hati paling dalam dari murid-murid yang saya ajarkan #tsah. Bertemu dengan bermacam-macam anak dan memahami setiap karakter dari mereka itu, seru, beneran. Yap, apalagi kalau sudah ketemu anak-anak ‘gak nyante’ yang bikin kelas jadi super duper double triple heboh luar biasa. Bikin gila sih, tapi justru di kelas seperti itulah yang saya suka hahahha XD.

nf

Itu adalah foto saya bareng anak-anak Ronin 2013, salah satu kelas paling gila yang pernah saya pegang :D. Gak nyangka sampai saat ini saya masih bertahan di tempat ini. Gak bosen, Tih? Kalau dibilang bosen sih pasti ada aja bosennya. Tiap Senin sampai Sabtu ketemu anak-anak SMP-SMA terus gitu, materinya itu-itu muluk pula. Siapa yang gak bosen coba? *moga-moga aja babeh bos gak baca, wkwkwk* Tapi satu alasan yang membuat saya tetap senang di tempat ini adalah suasana kekeluargaannya yang sangat luar biasa. Di sini, saya tidak pernah merasa ada gap dengan siapa pun. Mau statusnya bos, manager, staf, OB, senior, junior, bahkan sekedar ibu-ibu kantin pun gak pernah dibawa jaim kalau mau ngobrol sampe ngakak-ngakak bodor-bodor gak jelas sampe cela-celaan sekalipun, hahahha. Gak cuma itu, bahkan sama murid-muridnya pun udah kayak temen. Jadi, jangan heran ya kalau pengajar-pengajarnya suka ketularan alay ala-ala abege gak jelas wkwkwkkw *ditimpuk*.

SEKOLAH BERMAIN MATAHARI

Tahun 2013 saya bergabung di sini, di batch 3. Sebenarnya saya sudah mulai tertarik sih sejak ada oprec batch 2, tapi saat itu malah males-malesan gitu daftarnya, akhirnya gak jadi haha. Dan sekali lagi, yang namanya jodoh itu gak kemana! Saya pun bisa beneran bergabung menjadi Kakak Guru Sekolah Bermain Matahari di akhir bulan Agustus 2013 lalu hingga saat ini.

sbm

Kebahagiaan saya mengajar anak-anak SMP/SMA di NF membuat saya penasaran lebih jauh lagi dengan dunia mengajar. Saya jadi ingin punya pengalaman mengajar untuk anak-anak usia dini juga. Kayaknya lucu aja gitu bisa ngajar sekaligus main-main sama anak kecil XD. Dan saat keinginan itu muncul, bak gayung bersambut, oprec SBM pun datang.

Seru banget-banget-banget! Cuma itu yang bisa saya rasakan selama di SBM. Gak percaya bisa mengajar dan pastinya belajar bareng anak-anak usia sekitaran 2-6 th. Di sini, saya belajar banyak banget gimana caranya memahami dunia anak-anak seusia mereka, memahami emosi mereka, memahami karakter mereka yang sedang berkembang, memahami setiap gerak-gerik mereka yang luar biasa energiknya, dan banyak lagi. Satu lagi, dari melihat mereka juga, saya jadi seperti bisa melihat saya kembali saat masih kecil. Yap, masa kecil saya yang… 🙂

SERAMBI INSPIRASI

Belajar banyak dari anak-anak usia dini, SMP, SMA dan bisa mengenal bagaimana karakter-karakter mereka di setiap usia itu membuat saya jadi lebih penasaran lagi. Saya ingat, dulu saya pernah punya mimpi ingin sekali bisa mengajar anak-anak mulai dari usia dini hingga remaja. Dan memang ternyata kalau mimpi itu kita yakini akan bisa terwujud, alam tidak segan-segan untuk membantu mewujudkan mimpi kita. Dan benar saja, satu lagi kegiatan volunteer yang berhubungan dengan pendidikan anak-anak, membawa saya masuk ke komunitas ini untuk mewujudkan mimpi :).

si

Bersama kakak-kakak inspirator dari berbagai daerah, saya bergabung di Serambi Inspirasi tepat bulan Agustus ini. Saya masuk tim Calistung kelas 2 SD bersama teman-teman di foto itu. Jujur, menjadi pengajar sekaligus inspirator bagi para pemulung cilik di daerah TPST Bantar Gebang di SD Yayasan Dinamika Indonesia ini, saya merasa sedang menanggung amanah yang cukup besar. Tapi saat training kemarin, saya diingatkan dengan kalimat bahwa Tuhan tidak akan pernah salah dalam memberikan amanah, kita dipercaya mengemban suatu amanah karena Tuhan tahu kalau kita mampu. Ya, kalimat itu sedikit memberikan nafas dan keyakinan untuk saya bahwa insyaaAllah saya pasti bisa dan bisa belajar banyak juga dari mereka :).

 

I love teaching. Ingat banget dulu saya pernah punya keinginan ingin pergi dan bermukin di pelosok-pelosok desa, di tengah hutan-hutan rimbun yang belum pernah terjamah ketamakan kota. Bertemu anak-anak rimba, melihat mereka bernyanyi gembira dipayungi awan dan ditiup semilir wangi rerumputan yang berbaris dengan indahnya di balik pohon-pohon rindang. Tertawa bersama mereka sambil belajar mengenal nama benda-benda di sekeliling mereka dengan sebuah ukiran halus buatan mereka, yang nantinya akan mereka eja. Atau menghitung banyaknya pohon-pohon di hutan, jari-jari dedaunan, dan banyaknya isi buah manggis yang mereka makan. Ya, dulu saya pernah punya mimpi untuk mengajar di sana, bertemu mereka, dan tertawa bahagia bersama mereka. Tapi mungkin, jalan yang terbaik itu adalah di sini.

Yang pasti, di mana pun tempatnya, saya akan selalu bahagia saat melihat murid-murid saya tertawa gembira saat merasakan bertambahnya ilmu mereka. Yap, tidak ada lagi yang lebih membahagiaan kecuali tawa dari mereka. Tawa anak-anak yang sudah banyak sekali memberikan saya pelajaran tentang bagaimana caranya menjadi sebaik-baiknya seorang pengajar…. dan mungkin sebaik-baiknya seorang pendidik suatu hari nanti. InsyaaAllah…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s